Di masa pandemi COVID-19, kesehatan merupakan hal yang paling penting untuk dijaga, tidak hanya kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental perlu mendapat perhatian khusus. Kesehatan mental pada pelajar juga dapat mempengaruhi proses belajarnya.
Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa DKI Jakarta, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ, gangguan kesehatan jiwa rentan terjadi pada pelajar. Hal itu merujuk pada interupsi atau gangguan dalam penyelenggaraan belajar mengajar selama pandemi.
Gangguan tersebut dapat terwujud dalam keterbatasan fasilitas seperti perangkat dan jaringan, kesulitan dalam menghubungi teman sekelas dan materi yang tidak tersampaikan secara maksimal.
Hal ini mengurangi motivasi pelajar untuk belajar, tekanan untuk belajar secara mandiri meningkat, meninggalkan kehidupan sehari-hari dan meningkatkan angka drop out (DO) bagi pelajar.
Nova juga memaparkan penelitian oleh spesialis kesehatan mental Inggris YoungMinds, yang menemukan bahwa 83% responden muda mengatakan pandemi COVID-19 telah memperburuk kesehatan mental mereka.
Faktor utama yang meningkatkan penyakit mental pada anak muda adalah penutupan sekolah, hilangnya rutinitas dan koneksi sosial yang terbatas.
“Sepertinya banyak orang yang beranggapan bahwa sehat itu hanya bila tidak ada penyakit fisik, padahal menurut WHO sehat itu bukan hanya fisik, tapi juga mental dan sosial.”
Disisi lain, menurut Undang-undang Kesehatan Mental, seseorang dapat dikatakan sehat mentalnya jika seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari k kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya. Saat anak muda berjuang untuk mengatasi tekanan atau perubahan yang disebabkan oleh COVID-19, anak muda tersebut mengalami masalah kesehatan mental.
Untuk membantu pelajar mengatasi masalah belajar yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, diperlukan layanan yang diberikan oleh konselor. Secara khusus, gunakan layanan bimbingan kelompok untuk pelajar yang menghadapi masalah ini. Layanan konseling kelompok ditemukan cukup efektif dalam membantu memodifikasi perilaku adaptif siswa dengan masalah perencanaan karir.
Orang tua, guru, masyarakat bahkan pelajar itu sendiri perlu menyadari kesehatan jiwa agar dapat dikelola dengan cepat dan tepat.

Komentar
Posting Komentar