Sejak tahun 2015 lalu, pemerintah menegaskan bahwa perpanjangan program wajib belajar di Indonesia yang semulanya hanya 9 tahun menjadi 12 tahun. Ini artinya program wajib belajar yang dulunya hanya sampai kelas 9 SMP/MTS berdasarkan UU No 20 tahun 2003 mengalami peningkatan menjadi kelas 12 SMA/MA yang berarti satu jenjang lebih tinggi di atasnya.
Apabila program wajib belajar ini berjalan dengan sukses, maka manfaat yang akan didapat sangat berguna bagi akses pendidikan yang ada di Indonesia. Contohnya seperti meningkatnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di Indonesia serta mencegah tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh anak-anak yang terjadi karena dua hal. Yang pertama adalah karena jam belajar yang tinggi, sehingga anak-anak tidak memiliki kesempatan untuk melakukan tindak kejahatan. Yang kedua adalah karena dalam pendidikan di sekolah, para siswa diajarkan mengenai moral dan etika, sehingga dapat efektif untuk mencegah kriminalitas.
Siswa sudah harus mulai dipersiapkan untuk mengikuti berbagai macam lomba sebagai sarana mencari jati diri, serta mencari sertifikat. Mengapa demikian? Karena jati diri harus mulai digali sejak dini agar siswa tidak menjadi pribadi yang salah dalam pergaulan maupun tujuan hidup. Dan sertifikat sangat berfungsi bagi siswa atau peserta didik untuk mendaftar dalam jenjang yang lebih tinggi. SD menuju SMP, SMP menuju SMA, dan yang paling penting SMA menuju ke perguruan tinggi atau instasi lain.
Dalam proses mencari sertifikat, tentu seorang siswa harus mengikuti sebuah perlombaan dan memenangkan juara, karena hanya sertifikat juara yang akan berguna untuk mendaftar di jenjang selanjutnya ataupun instansi lainnya. Di bangku SMA saat ini, banyak dari peserta didik yang sudah mempersiapkan hal ini sedari awal atau kelas X. Akan tetapi dalam kenyataannya 2 tahun terakhir virus corona melanda seluruh dunia. Hal tersebut mengakibatkan seluruh kegiatan harus diberhentikan atau dikerjakan secara daring. Tidak terkecuali perlombaan tahunan yang sudah biasa dilaksanakan juga harus berhenti.
Hal tersebut sangat disayangkan bagi siswa/siswi kelas X pada saat itu atau yang sekarang sudah menjadi kelas XII karena pada saat ini mereka kehilangan banyak kesempatan dalam mengikuti perlombaan dan mendapatkan sertifikat. Kejadian ini mengakibatkan hanya sebagian siswa maupun siswi kelas XII yang memiliki sertifikat.
Akan tetapi kegiatan perlombaan yang dilakukan oleh siswa/siswi kelas XII untuk mendapatkan sertifikat dan berbagai pengalaman ini mendapatkan tanggapan pro dan kontra dalam masyarakat sekolah.
- Pandangan kontra berpendapat bahwa apabila siswa/siswa tersebut kebanyakan mengikuti kegiatan seperti perlombaan dimana seharusnya mereka sudah harus fokus pada kegiatan pembelajaran yang tinggal 2 bulan ini untuk mempersiapkan diri dalam melakukan ujian-ujian kelulusan seperti PAT, PAS, Ujian Praktikum, UTBK serta Ujian-ujian Mandiri diselenggarakan hanya dalam hitungan bulan lagi. Menurut mereka siswa/siswi harus dapat melakukan manajemen waktu dengan baik, tidak ada yang boleh kurang sehingga menyebabkan banyak siswa yang keteteran ketika memasuki peak season kelas 12.
- Pandangan pro berpendapat bahwa event tersebut memiliki peluang yang besar untuk menang dan sertifikatnya sangat berguna digunakan sebagai penunjang untuk masuk ke universitas atau sekolah tinggi lainnya. Hal tersebut patut untuk diapresiasi karena siswa/siswi aktif untuk mengembangkan skill dan pengetahuan. Selain kegiatan akademik, siswa dan siswi juga kegiatan perlombaan di bidang non akademik. Mereka bisa mengembangkan diri sesuai dengan bakat dan minat, sehingga nantinya memiliki prestasi dalam bidang tersebut. Tidak semua siswa harus memiliki kemampuan di bidang akademik, beberapa di antaranya justru Unggul dalam non akademik.
Tidak ada yang salah dari pandangan pro maupun kontra. Karena apabila ketika siswa menjuarai event tersebut, sekolah akan mendapatkan kebanggaan. Tidak hanya sekolah yang merasa bangga, kedua orang tua dan orang orang disekitar mereka pasti juga akan ikut bangga. Dan siswa pun harus bisa mempertanggungjawabkan keputusannya agar siap menerima konsekuensi dari mengikuti kegiatan tersebut. Apa konsekuensi yang harus diterima siswa? Konsekuensinya adalah harus siap untuk mengejar ketertinggalan materi pelajaran di sekolah.
Daftar Pustaka
Alfari, Shabrina. "10 Hal Penting yang Harus Kamu Lakukan di Kelas 12". Ruang guru. 21 Agustus 2022. https://www.ruangguru.com/blog/hal-penting-yang-harus-kamu-lakukan-di-kelas-12
"Apa Pentingnya Sertifikat untuk Mahasiswa?". Likmi.ac.id, 7 Oktober 2022, https://likmi.ac.id/2022/10/07/apa-pentingnya-sertifikat-untuk-mahasiswa/#:~:text=Apa%20sih%20pentingnya%20sertifikat%3F&text=Sebagian%20besar%20kampus%20menjadikan%20sertifikat,pada%20kegiatan%20lainnya%20selain%20perkuliahan
Candra, Ari. "Jadwal Kegiatan Kelas 12 2022/2023 + Kenapa Harus Belajar Ujian Masuk PTN dari Sekarang". Zenius. 3 Agustus 2022. https://www.zenius.net/blog/jadwal-kesibukan-kelas-12
Mutiara, Ardra. "Pandangan yang Bertolak Belakang". Blogger.com. Selasa, 17 Januari 2023. https://ardramc.blogspot.com/2023/01/pandangan-yang-bertolak-belakang.html?m=1
Komentar
Posting Komentar